Jumat, 14 Oktober 2011

Stress Mengancam Pasangan Muda


Oleh: Dewi Dewo; Hypnobirthing Fertility Consultant


Cindy -- sekretaris di sebuah bank pemerintah-- dan Irwan – creative director sebuah biro iklan – harus berangkat dari rumah mereka di ujung Jakarta  pukul 6 lewat sedikit agar Cindy tidak terlambat masuk. Saat pulang, jika beruntung sang suami tidak tertahan pekerjaan kantor, mereka tiba di rumah pukul 9 malam. Jika Irwan harus menyelesaikan proyek yang ditanganinya, ia akan tiba di rumah lewat tengah malam saat Cindy sudah lelap.

Pasangan ini sudah menikah 3 tahun, namun hingga saat ini belum dikaruniai momongan. Keduanya sudah berkonsultasi pada dokter spesialis. Hasil pemeriksaan menunjukkan tak ada kelainan. “Sabar, nikmati saja bulan madu panjang,” begitu saran dokter 2 tahun silam.

Lain lagi kisah Amara dan Afandi yang sudah menikah lebih dari 5 tahun. Amara bekerja sebagai guru TK di sekolah taman kanak-kanan milik tantenya, tak jauh dari rumah. Amara sangat menyukai anak-anak kecil, sehingga ia memilih pekerjaan ini. “Nggak jauh dari rumah, enak dong saya ngga usah bermacet-ria di jalan” begitu alasan Amara. Afandi adalah seorang dosen di sebuah universitas negeri, dan di akhir pekan mengajar piano pada beberapa murid pra-remaja di rumah. Bermain piano adalah hobi dan keahlian yang dijadikan sebagai sumber penghasilan tambahan.

Setengah tahun setelah menikah, ketika Amara belum kunjung hamil juga, mereka berkonsultasi kepada dokter spesialis kandungan. Pada Amara ditemukan penyumbatan tuba falopi. Ia menjalani terapi untuk mengatasi penyumbatan, dan sudah dinyatakan OK. Namun, bayi mungil yang didambakan belum juga kunjung hadir.

Stress seringkali dituding sebagai penyebab infertilitas pada pasangan yang tidak kunjung memiliki keturunan. Pada Cindy dan Irwan, pekerjaan dan pola gaya hidup mereka benar-benar penuh stress. Pergi pagi pulang malam. Kembali ke rumah lagi lebih dari 12 jam sejak meninggalkannya. Namun, hal serupa juga menimpa Amara dan Afandi yang boleh dibilang punya keteraturan jam kerja, dan gaya hidup lebih santai. Walaupun masih harus mencari penghasilan tambahan,  Afandi memakai hobinya sebagai sarana itu. Dikerjakan di rumah pula tanpa harus menembus kemacetan kota Jakarta yang belakangan ini disebut-sebut sebagai sumber stress utama warganya.

Stress yang dialami memang bisa jadi penyebab kegagalan dalam konsepsi dan kehamilan. Namun ketika ketidak suburan sudah berlangsung beberapa lama, stress ingin cepat punya anak juga menumpuk dalam lapisan stress yang sudah ada sebelumnya. Makin lama tak kunjung hamil, makin stress jadinya karena lingkungan sosial (orangtua, mertua, saudara dan kerabat sering bertanya, apalagi teman yang menikah belakangan sudah menimang bayinya) seakan menuntut kehamilan segera terjadi.

Selain bersabar, pasangan-pasangan seperti Cindy-Irwan dan Amara-Afandi bisa berupaya apa lagi? Akupuntur? Pijat? Minum jamu? Ya mengapa tidak?  Tapi, jika stress yang diduga sebagai penyebab ketidak-suburan, mungkin bisa juga meminta bantuan hypnotherapist.

Hypnotherapy untuk mengatasi infertilitas bukan hal baru di Amerika; ribuan pasangan yang mendambakan bayi terbantu setelah mengikuti sessi hypnotherapy khusus, yang dikenal sebagai Hypno Fertility atau HypnoBirthing Fertility.

Ibarat akan menyambut tamu yang akan menginap di rumah, maka kamar yang disediakan bagi tamu perlu dipersiapkan seksama. Dibuka jendelanya agar udara menjadi segar, lantai disapu dan dipel, seprai dan selimut diganti yang bersih, diberi bunga atau pengharum ruangan.

Demikian juga halnya jika pasangan mendambakan hasil pembuahan sperma-telur akan menghuni rahim sang Ibu, maka ‘kamar tamu’ ini perlu dipersiapkan dengan baik. Mulai dari meredakan stress yang dialami pasangan, juga kesiapan mental calon ibu – dan calon ayah – sampai kesiapan fisik keduanya. Melalui teknik Mind-Body Connection dalam hypnoterapi, pasangan kurang subur akan menemukan harapan baru mereka.

Untuk Konsultasi dan therapy Hipnofertility Hubungi
Dewi Dewo
Hypnobirthing Fertility Consultant
dd.mind.programming@gmail.com

HUBUNGAN PIKIRAN DAN KESUKSESAN PROGRAM BAYI TABUNG



Program bayi tabung merupakan salah satu harapan bagi pasangan suami istri yang mendambakan keturunan. Saat keduanya dinyatakan “OK” secara medis, namun kehamilan belum juga terjadi, maka konsepsi atau pembuahan bisa diupayakan di luar tubuh calon ibu, yang kemudian ‘ditanam’ di dalam rahim. Teknik ini juga dikenal sebagai ‘in vitro fertilization’ (IVF).

Memilih program berteknologi maju ini relatif mahal biayanya. Namun, demi mendapatkan keturunan  …. dana bisa diatur laaah. Apalagi, untuk menjalaninya tak perlu mencari ahli sampai ke luar negeri, sehingga kemahalan bisa diturunkan. Sayangnya, kegagalan tetap saja bisa terjadi.

Mind-Body Connection
Secara medis, seyogyanya tubuh sudah dipersiapkan dengan seksama untuk menunjang keberhasilan program IVF . Dokter spesialis akan mengatur hormon yang diperlukan tubuh calon ibu untuk mendukung penuh hasil pembuahan yang di’kembali’kan ke dalam rahim. Disertai saran mengonsumsi gizi sehat, vitamin dan mineral yang diperlukan, serta istirahat cukup.

Bagaimana dengan pikiran sang calon ibu ? “Santai saja, relaks …. Jangan mikir serba negatif,” begitu pula saran dokter ahli. Hmmmm, santai, relaks, jangan negative thinking ….  Apakah mudah?

Padahal, pikiran inilah salah satu kunci penting dalam mendukung keberhasilan program bayi tabung.  Jika mampu mengarahkan pikiran kepada hal-hal yang positif, maka tubuh juga akan meresponsnya dengan positif, karena antara pikiran dan tubuh memang erat sekali kaitannya.

Anda bisa membuktikannya. Begini …

Sekarang saya ajak Anda membayangkan dapur Anda. Bayangkan secara detil, letak ovennya, meja dan kursi yang mungkin ada di sana, laci-laci rempat menyimpan sendok, garpu, pisau. Ada lemari es juga, kan. Naah, lemari es … coba buka pintunya. Bayangkan Anda melihat ada jeruk nipis disitu. Bulat berwarna hijau. (boleh juga membayangkan sebuah lemon, berwarna kuning). Ambil dengan tangan Anda … terasa agak dingin karena tersimpan dalam lemari es. Letakkan di atas sebuah talenan, dan siapkan sebuah pisau di tangan Anda. belah jeruk nipis atau lemon itu .. satu .. dua … kreeesssss … airnya keluar saat Anda memotongnya. Hmmm .. asam, ya …..? Anda terpaksa menelan liur gara-gara rasa asamnya.

Empat dari lima orang yang mengikuti gambaran yang dideskripsikan tadi memang akan menelan liur karena membayangkan rasa asam si jeruk nipis/lemon. Padahal … mana jeruk nipis/lemonnya? Cuma dalam imajinasi Anda, kan? Tapi begitulah, apa yang ada di pikiran memang bisa ‘mendikte’ reaksi tubuh.

Tower of Control
Dalam mind-body connection, pikiran kita adalah Boss, dan tubuh sekedar Follower. Pikiran adalah Master, tubuh adalah hamba sahaya. Pikiran adalah Tower of Control, tubuh hanya Robot yang dikendalikannya.

Dasar pemikiran ini juga bisa diterapkan dalam menjalani program bayi tabung. Kalau saran dokter ahlinya tadi menganjurkan “Relaks saja, Bu ..”, memang betul saran sangat tepat karena dengan pikiran tenang, berisi hal-hal positif, maka tubuh akan merespons dengan baik.

Hypnotherapy for Fertility akan berguna membantu calon ibu menyiapkan diri dalam mengupayakan kehamilan dengan IVF ini. Baik sebelum program dilaksanakan, maupun sesudahnya. Calon ibu akan dibekali dengan kemampuan melakukanself-relaxation yang bisa dilakukan sendiri. Bahkan, lebih dari itu, kalau ada hambatan mental (negative belief) yang negatif, hambatan ini diurai dulu dengan bantuan hipnoterapisnya. Ibarat menyambut kedatangan tamu istimewa, maka rumah dibersihkan dan ditata agar tamu senang dan merasa diterima sepenuh hati. Jadi betah berlama-lama.

Bagaimana Anda tahu ada negative belief yang mungkin menghambat? Aaah, Anda penasaran rupanya ….. Segeralah hubungi hipnoterapis yang kompeten untuk menangani Mind-Body Connection terkait peningkatan fertilitas ini.

Untuk Konsultasi lebih lanjut hubungi
Dewi Dewo
Hypnobirthing Fertility Consultant
dd.mind.programming@gmail.com

Selasa, 11 Oktober 2011

TAKUT



Newton sedang merenung dibawah pohon apel. Sesaat kemudian sebuah apel jatuh menimpa kepaanya. Dukkk....! "Aduh....!", ujarnya. Sesaat kemudian ia berpikir apa yang membuat apel itu bisa jatuh ke bawah? 

Berkat apel yang menimpa kepala Newton itu, kitapun jadi tahu mengenai adanya gravitasi bumi. Kita juga jadi tahu bahwa yang namanya jatuh itu ternyata ada ilmunya. Jatuh itu ternyata suatu hal yang ilmiah dan wajar.

Ayo kita kembali mengalami masa balita kita. Badan kita kecil dan imut-imut. Lalu usia 8 bulan kita mulai duduk, merangkak, dan mencoba berdiri. Tetapi kita juga sering, tiba-tiba terjatuh. Bruk.... kita mungkin hanya terisak sesaat kemudian kita mencoba berdiri lagi. Akhirnya setelah mengalami banyak jatuh dan bangun, kita bisa menjadi manusia yang bisa berjalan. 
Bayangkan jika saat itu kita jatuh dan tak mau berdiri lagi ? Akankah kita bisa berkarya seperti saat ini ?


Setelah tumbuh dan beranjak besar, pikiran kritis kita mulai  terbentuk makin sempurna. Kemudian kita mengenal yang namanya rasa takut. Takut untuk jatuh.... Mengapa ? Karena mungkin yang kita percayai adalah jatuh itu sakit, jatuh itu dimarahi, jatuh itu goblok, jatuh itu gagak, jatuh itu pecundang, jatuh itu....... yang lain-lain yang bercita rasa negatif.


Akhirnya rasa takut yang menyakitkan itu menebal dan menjadi rules dan value dari diri kita.


Akibatnya ? Kita takut untuk melangkah dan mencoba.


Ada satu cerita dari seseorang anak yang kini tumbuh dewasa. Ini cerita nyata lho. 
Ceritanya begini..........


Sang anak, sebut saja namanya Tiwi, adalah anak yang dilahirkan dalam keluarga yang bahagia dan serba kecukupan. Tiwi, yang berzodiak Libra ini, punya seorang kakak laki-laki. Dia tumbuh dengan limpahan kemewahan dan perhatian dari orang sekitarnya.  Kemudian suatu ketika, usaha yang dikelola oleh orang tuanya bangkruk dan mengalami kerugian yang demikian besar sehingga akhirnya mereka tinggal dalam rumah yang kecil disebuah gang yang sempit. 


Sang mama semenjak saat itu selalu menyalahkan si papa yang salah dalam mengambil keputusan. Hal ini dilakukan mama berulang-ulang dan didengar oleh si kecil Tiwi. 


Tiwi kecil yang polos bagai spons menyerap semua data yang dia peroleh dari ucapan mamanya yang merupakan figur otoritas. Dalam benaknya, gak enak ya kerja sendiri. Kalau gagal akan dimarahin kayak gitu, hidup jadi susah, gak nyaman, de el el.


Akhirnya ketika dia dewasa dia bercita-cita pengen jadi karyawan yang sukses. Gak mau jadi wirausaha. Nanti kalo bangkrut hidupnya merana dan dicerca.... Wuihhhh !


Hal ini akhirnya menjadi konflik dengan suaminya yang dilahirkan dari orang tua seorang wirausaha, yang sekarang berambisi mengelola usaha sendiri.


Jika hal ini dimaknai ulang dengan berbagai metode ampuh yang salah satunya dengan Egostate ini, believe bahwa jatuh itu sakit itu bahkan bisa diubah menjadi lebih positif, misalnya jadi jatuh itu pelajaran berharga...., jatuh itu adalah awal sukses... de el el


Jatuh itu sekali lagi ilmiah koq
dan takut adalah suatu indikator bahwa kita waspada terhadap suatu bahaya, baik bahaya itu nyata atau pun hanya imajinasi kita semata. Takut itu baik adanya sama seperti rasa berani.


Lha lalu gimana caranya memaknai rasa takut untuk melangkah  ini ?
Berikut sedikit tipsnya :


1. Ambil waktu khusus, ijinkan, niatkan, inginkan untuk relax dan merenung ( wajib )
2. Rasakan kembali rasa takut ini dengan mengingat sesuatu yang berkaitan dengan hal yang anda hadapi saat ini. Ijinkan, niatkan, inginkan
3. Beri nama perasaan yang muncul ini, dan lihatlah di bagian mana dalam tubuh Anda , si takut ini berada
4. Lalu ijinkan perasan ini, membawa Anda ke usia pertama kali dimana perasaan takut ini muncul... ikuti saja....... percayakan pada bimbingan perasaan Anda
5. Kemudian lihatlah apa yang sedang anda alami..... amati, rasakan, lihat dan dengar... apa yang terjadi
6. Ekspresikan pada seseorang yang anda lihat dalam visi Anda, yang membuat perasaan takut ini muncul,  dengan mengucapkannya sampai puas dan sampai tak ada lagi yang bisa diucapkan
7. Lalu dengarkan.... apa yang orang itu sampaikan kepada Anda.... 
8. Langkah berikutnya, ijinkan bayangan orang itu meninggalkan diri Anda sampai tak terlihat lagi
9. Lalu bangkitkan rasa sayang dan cinta, rasa berani, rasa taqwa pada Tuhan, dan secara bergantian biarkan perasaan positif ini memberikan dukungan, semangat, motivasi, ciuman, pelukan, kepada si takut ini. Rasakan perubahan positif pada si takut. Lakukan terus sampai takut ini berubah rasa
10. Ganti nama si takut tadi menjadi nama yang positif, seperti tangguh, teguh, mantab, dll
11. Renungkan pelajaran apa yang Anda dapatkan, dan katakan dengan lantang dan mantab, " Saya pemberani !" sebanyak 15 kali
12. Tutup dengan doa syukur pada Allah, dan rasakan tanganNya membungkus diri Anda.




Jika Anda kesulitan menjalankannya, silahkan menghubungi Egostate terapis terdekat yang ada di kota Anda.


Semoga kita semua menjadi lebih baik dan lebih baik lagi setiap harinya.
Semoga bermanfaat.





Informasi tentang Egostate Terapis
Yan Ardhianto Handoyo
Master Egostate Terapi of Gordon Emmerson
Relationship Counsultant
email   : makeabetter.mind@gmail.com
FB       : http://www.facebook.com/bettermind
Twiter : @trainer_yan
HP      : 0811337376











Sabtu, 08 Oktober 2011

GADIS YANG MENCARI CINTA

Kisah Nyata Terapi



Suatu hari seorang gadis berusia 30 tahun datang pada saya. Semua terlihat normal saja, tak nampak bila sang gadis sedang memendam perasaan tertentu dalam hatinya.

Setelah bebasa-basi sedikit, ia mulai menceritakan kisahnya....

" Pak saya sekarang usia 30 tahun, dan saya merindukan datangnya seorang kekasih dalam kehidupan saya. Saya beberapa kali menjalin hubungan dengan beberapa pria dan itu akhirnya kandas satu per satu. Pacaran terlama saya adalah 7 tahun, dan kemudian kandas begitu saja karena tiba-tiba si dia memutuskan untuk berpisah. Sedih hati saya pak..... (menelan ludah).. Tidak ada yang sebaik diam dan saya menyia-nyiakan hubungan itu begitu saja..... beberapa kali saya pacaran, tetapi saya tidak pernah berhasil.

Banyak pria yang datang pada saya, tapi... mereka semua sudah berkeluarga.... entah mengapa saya menarik mereka. Ada yang tidak terus terang "menembak" saya, tetapi ada yang berbicara langsung pada saya bahwa dia naksir saya. Belom lagi beberapa pria yang bilang badan saya bahenol, dada saya montok ( maaf jika terasa kasar .red ), dan kata-kata lain yang melecehkan saya.

Saya sudah berusaha menjadi orang yang baik, menjadi pengertian, menjadi  penolong bagi orang lain, tapi kenapa hidup saya begini.... Belum lagi.. teman-teman di facebook yang selalu melecehkan saya, menghina.... meski saya tahu mereka bergurau, tapi saya tidak mau diperlakukan seperti itu....

Saya ingin  bisa menjalin hubungan dengan pria yang baik dan bisa mendampingi hidup saya ini.... tapi.... tapi.... "

Sesaat kemudian sang gadis tak mampu menahan perasaannya, ia menangis dihadapan saya.

Dalam penggalian akar permasalahannya, ternyata ditemukan bahwa sang gadis kehilangan seorang figur ayah. Ya, seorang figur ayah yang bisa memberikan cinta pada dia. Dikisahkan sang ayah adalah ayah yang perfeksionis dan menuntut semua anaknya untuk sempurna seperti dia. Tidak ada belai mesrea... tidak ada kata sayang... tidak ada penghiburan.... yang ada hanyalah LAKUKAN INI ! LAKUKAN ITU ! JANGAN INI, JANGAN ITU !, Suatu sore, ia bermain-main dengan temannya dipinggir sungai ( usianya 5 tahun saat itu ), ketika sang ayah menjemput dia , apa yang ia terima ?? Dipukul.... sampai sang gadis menangis. " Papa tidak sayang aku..." kata sang gadis sambil menangis

APA YANG KITA PELAJARI ?
Kawan, jika Anda adalah seorang ayah dari seorang anak gadis, maka ketahuilah bahwa anak Anda memerlukan 3 hal dari Anda. Rasa aman dari Anda, rasa dicintai , disayangi, dihargai, dan memiliki pilihan / otoritas. Ketika anak kita kekurangan 3 hal tersebut dari seorang ayah, maka dia akan kehilangan FIGUR AYAH. Apa akibatnya ? Anak kita dalam hidupnya akan mencari SOSOK FIGUR AYAH dari orang lain. Ia akan menarik pria-pria yang bisa memberikan rasa aman, cinta, dan otoritas tadi. Dalam kasus diatas citra diri sang gadis juga diperburuk dengan perlakuan orang tuanya. Dalam pikiran bawah sadarnya ia merasa TIDAK LAYAK. Sehingga ketika ada pria baik yang mendatanginya, ia akan mensabotase dirinya dengan mengatakan (secara tidak sadar) AKU TIDAK LAYAK MENDAPAT PRIA INI, Akibatnya ? Dia akan menarik pria - pria hidung belang, pelecehan, penghinaan dan hubungan yang tidak jelas.

Maukah anak Anda mengalami hal demikian ?

Jika TIDAK, maka mulai sekarang dan seterusnya berikanlah 3 hal pada Anak-anak Anda, RASA AMAN ( PERLINDUNGAN ), RASA DICINTAI DIHARGAI, DAN KEBEBASAN MEMILIH ( OTORITAS ).
INI SAATNYA !! Seandainya Anak Anda sudah beranjak dewasa, PANGGIL DIA, dan katakan dengan TULUS, IKHLAS, dan TUNJUKAN PENYESALAN ANDA. MINTALAH MAAF pada anak Anda. Lakukan rekonsiliasi

BAGI IBU-IBU, Ini berlaku juga bagi Anda terhadap anak-anak Anda. Tidak ada pengecualian.

Tuhan telah memberikan anak-anak kita sebagai tanda CINTA TUHAN pada kita, dalam diri anak-anak TUHAN berada disana.

Salam penuh cinta untuk Anda semua
Dari seorang ayah dari 2 anak gadis.

Yan Ardhianto Handoyo

Informasi tentang Egostate Terapis
Yan Ardhianto Handoyo
Master Egostate Terapi of Gordon Emmerson
Relationship Counsultant
email   : makeabetter.mind@gmail.com
Twiter : @trainer_yan
HP      : 0811337376

SEKILAS LANGKAH SAYA KE EGOSTATE TERAPY


Pertama kali saya mendengar kata EGOSTATE adalah saat istirahat makan siang pada waktu saya mengikuti workshop Family Hipnoterapi Training Program yang diadakan oleh Akademi Hipnoterapi Indonesia. Dalam hati saya bertanya, ilmu seperti apa si egostate itu ? Namun state penasaran sayapun saya geser dengan state pembelajar, karena waktu itu saya mau konsentrasi pada materi yang dibawakan Bp. Ariesandi Setyono

Namun di sela waktu yang lain, saya sedikit tanya pada kakak alumni FHTP, mahluk seperti apa egostate terapi itu. Saya mendapat jawaban bahwa mahluk ini, mirip dengan PARTS TERAPI, hanya ada sesuatu yang istimewa lagi. Hemmm... seperti parts terapi ya, ujar saya dalam hati. Tapi apa ya yang menarik dari egostate terapi ini ? Kenapa sampai ada pembahasan khusus, ujar state kritis dalam hati saya.

Waktu berlalu dan saya sudah sedikit lupa dengan kata egostate, karena saya tenggelam dalam serunya dunia hipnoterapi. Sampai suatu saat rekan saya bercerita tentang egostatae lebih banyak dari sebelumnya. Wow, koq kayaknya dahsyat nih. 

Beberapa minggu kemudian, datanglah email dari AHI, bahwa akan ada workshop egostate angkatan 2 di AHI yang langsung dibawakan oleh Bp. Antonius Arif, satu-satunya trainer Egostate Terapy di Asia yang di approve oleh Gordon Emmerson Ph.D. Saya tanya-tanya ama Pak Guru saya ( Mr. Ariesandy ), egostate itu kayak apa sih ( ceritanya masih ragu apakah workshop ini worthed bagi saya ). Pak Guru saya bilang bahwa dengan Egostate Therapy maka kita bisa menangani klien tanpa proses hipnosis. Weleh weleh, sakti banget ya.... Saya pun belum percaya 100%. Lalu saya mendengarkan cerita kawan saya Hadi yang dah pernah ikut workshop Egostate. Saya ketemu beliau waktu gathering AHI di Surabaya. Berceritalah lagi dia tentang Egostate... Makin trans saja saya jadinya.

Ditambah lagi provokasi dari ibu guru saya ( Ibu Susan Ariesandy ), mendaftarlah saya di workshop Egostate Terapi itu.

Ketemu pertama kali dengan Antonius Arief, ada kesan / aura yang berbeda. Beliau sangat mudah menjelaskan ke saya bagaimana mengakses egostate seseorang. Dengan beberapa praktek yang didampingi beliau, kami mulai berlatih. Saya baru paham bagaimana dahsyatnya EGOSTATE TERAPHY !

Singkat cerita saya harus mengerjakan tugas dari Arief sebelum saya berhak menerima sertifikat Certified Egostate Therapist dari School of Mind Reprogramming. Pak Arief pun memberikan beberapa masukan pada setiap laporan yang saya buat. Makin "sreg" aja pemahaman saya. Dan setelah PR selesai, Bu Guru saya mengirimkan sertifikat saya, sampai ke rumah dengan bingkai dan bungkus yang rapi serta berlapis-lapis. Kesan serunya makin meningkat.

Beberapa kasus lainnya saya "hajar"  dengan Egostate Therapy ( EST ), sampai suatu ketika dibukalah kelas Master Egostate Terapy angkatan pertama yang diajarkan oleh Antonius Arif di Jakarta dan akan mendapatkan sertifikat yang ditandatangani oleh Gordon Emmerson sendiri.

Setengah ragu saya mau ambi apa enggak kelas ini. Tapi seakan Tuhan mendorong saya terus. Pak Arief menolong saya dan mensuport saya untuk ikut ke Jakarta. Waktu sangat mepet ( hanya 4 hari sebelum hari H ), sayapun memutuskan untuk berangkat ke Jakarta. Saya sangat sangat sangat berterima kasih karena boleh bersama beliau selama 3 hari. 

Dalam Mastery Egostate, pengetahuanpun semakin dalam dan semakin seru. State belajar saya eksekutif selama 3 hari itu ( sekitar 70% eksekutif ). Saya bertemu dengan pakar-pakar mind terapi dari Jakarta, Semarang, Balikpapan yang luaaarrr biasa ! Sungguh suatu kesan dalam hidup saya yang takkan saya lupakan.

Pulang dari Jakarta, PR harus dibuat. Hal ini wajib saya kerjakan sebelum mendapat Master Egostate Terapy dari SoM dan Gordon Emmerson.

Sunguh suatu kehormatan bisa bertemu dengan Bp. Antonius Arif dan keluarga

Berikut adalah cuplikan kata-kata beliau
"Yan adalah sosok pembelajar yang luar biasa. Saya salut dengan
kemampuan dia belajar dan menterapi Ego State bahkan mendalami hingga
tingkat Master serta sangat kagum dengan kasus-kasus yang mampu
ditanganinya. Anda Punya Masalah yang perlu dibantu? Bikin Janji dan
buktikan sendiri "

Antonius Arif
The First EgoState Therapy trainer in Asia
Approved by Gordon Emmerson, PhD








Informasi tentang Egostate Terapis
Yan Ardhianto Handoyo
Master Egostate Terapi of Gordon Emmerson
Relationship Counsultant
email   : makeabetter.mind@gmail.com
Twiter : @trainer_yan
HP      : 0811337376